Aquaponik – Sistem Tanam Akuaponik Panen Sayuran dan Ikan

Halo, sebagai selingan kali ini kita akan membahas saudara Sistem Hidroponik yaitu Aquaponik. Pada saat ini banyak hal yang telah berkembang, tak terkecuali masalah pertanian. Pertanian merupakan hal utama untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang sehingga para ahli selalu berusaha untuk mengembangkannya. Salah satu hasilnya adalah adanya inovasi baru bernama sistem pertanian akuaponik. Akuaponik merupakan sistem pertanian yang memadukan akuakultur dengan hidroponik dalam sebuah hubungan yang sifatnya saling menguntungkan satu dengan lainnya (simbiosis mutualisme).

Dalam sistem pertanian akuaponik terjadi proses dimana tanaman menggunakan unsur hara yang dikeluarkan dari kotoran ikan. Kotoran ikan ini memiliki kandungan zat amoniak. Zat amoniak tersebut dirubah oleh cacing dan mikroba baik di sekitar akar tanaman menjadi zat lain. Zat lain tersebut ialah nutrisi yang amat dibutuhkan oleh tumbuhan. Selanjutnya air dialirkan ke kolam ikan, namun sebelum masuk ke kolam ikan, air yang mengandung kotoran ikan disaring dan sisa-sisa kotoran ikan itu akan digunakan lagi unuk menutrisi tumbuhan lain. Bila air tidak difilter/disaring maka akan berpengaruh terhadap ikan. Sistem pertanian akuaponik memang amat ramah lingkungan.

Prinsip dasar dari sistem pertanian akuaponik ini ialah pengadaan air yang optimal untuk setiap komoditi dengan menggunakan sistem sirkulasi ulang. Sistem pertanian akuaponik ini hadir sebagai solusi atas adanya problematika semakin sukarnya memperoleh sumber air yang cocok untuk beternak ikan, khususnya di lahan terbatas. Akuaponik menjadi salah satu teknologi pertanian irit lahan dan air yang bisa dipadukan dengan beragam tanaman sayuran.

Akuaponik dan hidroponik mempunyai perbedaan, salah satunya adalah hidroponik terkadang masih mempergunakan bahan kimia dalam pupuk/nutrisi bagi tumbuhan dan memproduksi tumbuhan non organik, sementara itu akuaponik memanfaatkan kotoran ikan selaku pupuk/nutrisi buat tumbuhan dan memproduksi tumbuhan organik. Adapun beberapa keuntungan dari sistem pertanian akuaponik antara lain:

  • Dapat diterapkan pada lahan sempit dan lahan luas (industri pertanian).
  • Padat penebaran tanaman dan ikannya relatif tinggi.
  • Lebih efektif di dalam pemakaian sumber daya listrik dan air.
  • Tanaman tidak membutuhkan suplai nutrisi berbahan kimia.
  • Limbah yang keluar dalam sistem pertanian akuaponik sedikit sekali dan ramah terhadap lingkungan.
  • Akuaponik memproduksi sayuran dan ikan.
  • Sayur akuaponik dianggap mempunyai tingkat keorganikan yang lebih bagus ketimbang tanaman organik yang ditanamnya langsung di tanah ataupun sayuran hidroponik sekalipun.

Berikut beberapa kelebihan dari tanaman yang diproduksi melalui sistem pertanian akuaponik:

  • Lebih baik ketimbang sayuran organik sistem hidroponik atau organik tanah.
  • Bebas pepstisida berbahan kimia.
  • Optimal kandungan gizinya.
  • Bebas dari pencemaran zat-zat berbahaya, seperti merkuri, timbal dan logam berat yang lainnya.
  • Lebih segar dan kaya rasa.
  • Akuaponik merupakan salah satu jalan keluar untuk mencukupi keperluan pangan keluarga, khususnya yang ada di perkotaan.
  • Akuaponik bisa diletakkan di halaman rumah sebab praktis cara pembuatannya.
  • Menghasilkan 2 macam produk (sayuran dan ikan) dalam satu kali panen.

Bagaimana tertarik mencoba berAquaponik?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *